Rencana Demo Buruh Kedua di Istana Cipanas Batal

Kabupaten Cianjur – Rencana hari kedua para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur untuk melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Kepresidenan Cipanas, nampaknya batal digelar.

Hal tersebut, terpantau Rabu (24/11/2021) siang menjelang sore, belum tampak tanda-tanda bakal ada aksi tuntutan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) lagi, setelah rencana kemarin akan digelar tiga hari berturut-turut hingga esok.

Meski di sisi lain, sejumlah personel gabungan baik TNI dan Polri sejak pagi hingga sore masih berjaga-jaga di beberpaa titik di wilayah Cipanas. Seperti di depan Istana Cipanas, pertigaan Cipanas-Gadog, dan di Simpang Raya Cipanas.

Selain para aparat, tampak terlihat mobil Barakuda Brimob Polda Jabar yang masih terparkir dalam mengantisipasi terjadinya aksi demo di lapangan Istana Cipanas, serta mobil truk Anggota Kepolisian Polres Cianjur yang terparkir di beberapa titik.
“Hari ini kita gak jadi demo, tapi nanti malam akan datang ke Pendopo untuk berbicara kepada Bupati Cianjur tentang aspirasi dan tuntutan kami sejak kemarin. Itupun mudah-mudahan terwujud,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPN Kabupaten Cianjur, Hendra Malik, Rabu (24/11/2021).

Meski begitu, lanjut Hendra, jika malam ini perwakilan para buruh tak berhasil untuk melakukan komunikasi yang tak sesuai harapan, maka dipastikan rekan-rekan di SPN akan menggelar demo dengan massa lebih besar lagi.

“Kalau malam ini tidak berhasil kita akan demo lagi ke Istana presiden’ Cipanas dengan masa yang lebih besar lagi. Tapi kalau bisa ketemu dan berbicara sesuai harapan, kami sangat bersyukur dan menghargai,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya tetap berharap, Bupati Cianjur memiliki keberanian untuk membela warganya khusus para buruh, sebagaimana janji yang pernah disampaikan saat kampanye, bahwa akan mensejahterakan para buruh Cianjur.

“Kami tetap meminta Bupati Cianjur dapat mengeluarkan rekomendasi tentang kenaikan UMK Cianjur sebesar 21 persen,” kata Hendra.

Sebelumnya ia menyebut, bahwa aksi tuntunan para buruh akan digelar selama tiga hari yang dimulai Selasa hingga Kamis (23-25/11).

“Jadi sebetulnya ini merupakan salah satu aksi kritikan kami bagi para pemangku kebijakan supaya dapat sama-sama menghargai para buruh di saat kita ingin menyuarakan aspirasi ini. Makanya kami lakukan aksi long march di jalan protokol Cipanas,” ujarnya.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *