Bupati Tak Temui Pendemo, SPN Anggap Tak Berani Perjuangan Kaum Buruh

Kabupaten Cianjur – Ketidakhadiran Bupati Cianjur untuk menemui para buruh yang menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dinilai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik tidak punya rasa malu dan keberanian untuk membela masyarakatnya khususnya kaum buruh.

Terlebih hingga saat ini menyusul belum adanya sikap atau keputusan apapun dari bupati Cianjur dengan tuntutan kenaikan UMK Cianjur untuk tahun 2022.

“Kami SPN Cianjur menilai bupati itu tidak punya malu dan keberanian membela masyarakat dalam hal ini buruh Cianjur,”katanya melalui aplikasi pesan WhatsApp, Rabu, 24/11/2021.

Hendra berujar, hingga saat ini Bupati Cianjur tak kunjung mengeluarkan surat rekomendasi tuntutan buruh Cianjur meminta agar ada kenaikan UMK sebesar 21 persen.

“Hingga saat ini, kami dari SPN tetap meminta ada kenaikan UMK tahun 2022 sebesar 21 persen,”ungkapnya.

Hendra menambahkan, jika tuntutan kenaikan UMK sebesar 21 persen tak juga disetujui maka pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

“Ya, kami dari SPN konsisten akan terus melakukan unjuk rasa yang massanya lebih banyak lagi,” jelasnya.

Hendra mengatakan, di hari ke tiga nanti pihaknya masih akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran dengan target sasaran yakni Istana Kepresidenan Cipanas

“Target unras kami, masih di Cipanas, yakni Istana Kepresidenan karena itu merupakan objek yang sangat vital,”pungkasnya.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *