Salah Kaprah Seputar Pernyataan Berkaitan Dengan Pengangan Penyebaran Covid-19

Ada beberapa peryataan yang dianggap benar padahal hal itu tidak tepat,dengan meyakini pernyataan yang salah kaprah ini bisa menjadi salah satu faktor penyebaran covid-19. Beberapa pernyataan tersebut ialah:

Kontak erat adalah hanya ketika kita memiliki riwayat kontak fisik atau bersentuhan itu salah, yang benar kontak erat adalah :
1.kontak tatap muka dengan jarak minimal 1 meter dalam jangka waktu akumulasi dalam 15 menit 24jam.
2.sentuhan fisik.
3.menggunakan menyentuh barang atau permukaan bersamaan.
4.memberikan perawatan langsung tanpa menggunakan APD standar.

Saya perlu melakukan PCR swab atau swab antigen sesegera mungkin setelah saya mengetahui ada riwayat kontak adalah salah,yang benar adalah :
1.PCR swab dihari ke 3-5 setelah riwayat kontak atau
2. Swab ANTIGEN dihari 2-3 setelah riwayat kontak.jika negatif harus konfirmasi antigen 5 hari kemudian.
pemeriksaan terlalu dini dapat beresiko negatif palsu,yaitu kondisi dimana virus sebenarnya sudah ada didalam tubuh, tetapi belum terdeteksi oleh alat,RESIKO MENULARKAN.!!
hari yang tepat untuk melakukan testing tersebut juga berlaku bagi orang yang baru tiba diluar daerah,selama menunggu waktu test, harus menjalani karantina.

Saya ada riwayat kontak erat,tapi VCR swab/antigen negatif,berarti saya tidak perlu menjalani karantina adalah salah,yang benar adalah tetap harus menjalankan karantina mandiri sampai :
1.hari ke 7 sejak kontak terakhir,bila hasil PCR swab dihari ke 3-5 negatif ATAU
2.hasil swab antigen pertama (hari ke 2-3) dan kedua selang 5 hari setelah swab antigen pertama,keduanya negatif.jika muncul gejala segera konsultasikan ke dokter.lanjutkan protokol kesehatan ketat sampai hari ke 14,terutama jauhi orang rentan (anak, lansia, komorbid).
karantina mandiri tersebut juga harus dilakukan oleh kita yang memiliki keluarga serumah positif covid-19 atau baru tiba dari luar daerah. masa inkubasi virus covid-19 hanya sampai 14hari tidak melakukan karantina RESIKO MENULARKAN.

Saya isolasi mandiri dirumah,dihari ke 4 isolasi,saya melakukan pemeriksaan PCR swab/swab antigen dam hasilnya negatif.artinya saya sudah tidak perlu isolasi lagi adalah salah, yang benar adalah
pasien harus menyelesaikan masa isolasi sampai hari terakhir sesuai panduan dibawah ini :
1.tanpa gejala : 10 hari sejak pengambilan spesimen swab.
2.gejala ringan : 10 hari sejak muncul gejala dan perlu ditambah sampai 3 hari bebas gejala jika masih ada gejala dihari ke 10.selesai isolasi yang terlalu dini menyebabkan pasien beresiko menularkan virus ke orang lain, selalu konsultasi ke dokter untuk menentukan kesembuhan.

Hasil PCR swab/antigen saya negatif,berarti saya sehat dan boleh lepas masker,atau cukup memakai face shield saja saat bertemu dengan teman yang juga hasil swab nya negatif adalah salah, yang benar pasien harus menyelesaikan masa isolasi sampai hari terakhir sesuai panduan dibawah ini :
1.hasil PCR swab/antigen bersifat REAL TIME, yaitu hanya menandakan kondisi saat dilakukan pengambilan swab.bisa saja anda tertular virus covid-19 beberapa menit setelah pengambilan swab.
2.hasil PCR swab,apalagi swab antigen yang negatif tidak 100% menandakan orang tersebut tidak terinfeksi virus covid-19.selalu ada kemungkinan false negatif.
3.face shield saja tidak dapat menggantikan fungsi masker dalam menurunkan penularan virus.

Saya sudah mendapatkan dosis lengkap vaksinasi covid-19,berarti saya tidak perlu khawatir bepergian keluar kota/negeri atau berkumpul dengan kerabat adalah salah, yang benar adalah :
1.tidak ada satupun merk vaksin yang memberikan jaminan proteksi 100%.
2.sampai saat ini, belum semua vaksin memiliki hasil penelitian efektivitas terhadap varian baru.
3.indonesia,dan bahkan dunia keseluruhan,belum mencapai herd immunity (kekebalan kelompok).
4.jika bukan untuk tujuan yang penting,sebaiknya batasi kegiatan diluar rumah, termasuk bepergian keluar kota/negeri.

Beberapa negara sudah memperbolehkan warganya tidak memakai masker saat diluar rumah, bahkan melaksanakan kegiatan public (konser, pertandingan bola) jangan-jangan INDONESIA saja yang lebay nih adalah salah, yang benar adalah :
1.negara tersebut sudah melonggarkan pelaksanaan protocol kesehatan dan pembatasan wilayah karena mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi dan penurunan positif rate yang signifikan.
2.cakupan vaksinasi indonesia masih rendah (dibawah 10%) dan bahkan positif rate kita terus meningkat (45.5% per 18 juni 2021).

yuk saling mengingatkan,setiap dari kita BERHAK dan BERKEWAJIBAN untuk memberikan informasi dan mengingatkan keluarga dan kerabat yang masih memiliki pemahaman salah kaprah.

Sumber : pandemic talk, CDC, WHO pedoman tatalaksana covid-19,humas PDAM
(priono/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *