Pembangunan Program Relokasi Longsor Diduga Dikarenakan Kelalaian Saat Pembangunan

Kabupaten Garut-Pelaksanaan pembangunan Program Relokasi Longsor di desa Sukamaju kecamatan Talegong kabupaten Garut provinsi Jawa Barat, yang saat ini pengerjaannya sudah hampir rampung tapi menuai banyak misteri selain tidak nampaknya papan Informasi juga kurangnya koordinasi dengan berbagai pihak, warga minta Gubernur Jawa Barat agar tinjau kembali perihal pengerjaan tersebut, karena harapan Waraga Masyarakat bisa dirasakan lebih lama manfaatnya dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas tidak seperti apa yang dilihat saat ini diduga asal jadi.

Program Relokasi akibat ter dampak longsor yang menewaskan satu warga Karna Uum (60 th) pada 17 Februari 2020 ditemukan pada pkl 13:00 18 Februari 2020 perlu ditinjau kembali fasalnya berdasarkan informasi dari berbagai pihak diwilayah sekitar pelaksanaan peroyek tersebut diduga asal jadi serta agar terhindar dari dengan berbagai cara disiasati  contoh tanpa adanya papan informasi” Imbuhnya”

H. Ijang salah satu pelaksana dari CV. pada saat di konfirmasi perihal papan informasi pengerjaan pia telepon selulernya 30 Agustus 2020 pkl 19:19 WIB, bahwa memang benar papan informasi tersebut belum terpasang baru akan di pasang pada hari rabu 3 September 2020 karena masih dirumahnya digarut tapi sudah sudah adanya koordinasi dengan camat dan kepala desa termasuk kepada pihak media pun akan mengirimkannya pia WhatsApp* tuturnya”

Yeyet Ruhiyat selaku Kepala Desa Sukamaju pada saat dikonfirmasi pia telepon selulernya pada tanggal 30 Agustus 2020 pkl 20:30 WIB, menanggapinya bahwa, pelaksanaan pengerjaan bersumber dari BANPROV, DAK, dan KABUPATEN -+ 7 SPK adapun pelaksanaannya tdak bisa menyebutkan satu persatu nama CV tersebut karena bukan hanya satu atau dua CV saja pelaksananya dan kalau harus saya jujur dari tahun 2015 hingga sekarang setiap adanya pelaksanaan proyek yang dilaksanakan oleh CV. tidak ada yang cocok dengan hati fasalnya gak ada yang bener, ketika dipertanyakan nama CV nya, kadespun menyatakan itu CV untung karena semua CV tidak mau rugi masih mending pengerjaan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa yang diutamakan kualitas” Ujar” kades sambil tertawa.

(Agus Hermawan HKS/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *