Satpol PP Paksa Hapus Rekaman Video Pimpinan Redaksi kabarmetro.id

Jakarta-Pelaksanaan PSBB di Kecamatan Cipayung Jakarta Timur yang di lakukan oleh Satpol PP dan Lurah Ceger yang mengancam kesehatan pelanggar yang berpeluang terkontaminasi virus corona.

Hal ini di alami pimpinan redaksi kabarmetro.id ketika melintas jalan raya Cipayung, yang sudah merasa aman dan nyaman mengenakan Helm Full Face, dibanding mengenakan ADP (Alat Pelindung Diri) yang bentuknya seperti Tameng pada wajah.

Memang pimpinan redaksi tidak mengenakan masker karena akan selalu terlepas ketika mengenakan helm yang ukuran kepala dengan helm padat, tidak longgar.

Akibat pelaksanaan PSBB oleh anggota satpol PP yang memaksa lepas helm, posisi pimpinan redaksi semakin berpeluang besar untuk terkontaminasi virus, apalagi ketika akan menjalani sangsi sosial, pihak petugas tidak menyediakan cairan disinfektan yang akan menambah peluang terkena virus tertular dari pelanggar lainnya.

Seperti pena untuk mengisi indentitas pelanggar, rompi yang di kenakan dan sapu yang di pegang pelanggar terdahulu.

Bahkan lurah Ceger yang hadir di lokasi mengakui tidak memiliki masker untuk warga yang melanggar, artinya warga terkena sangsi tidak pakai masker karena beresiko kepada kesehatan, dan setelah menjalani sangsi sosial warga yang melanggar tetap tidak pakai masker.

Karena tidak ada jaminan benda yang dimaksud sudah steril atau belum, redaksi kabarmetro.id menolak, dan sempat mengambil moment video yang pada akhirnya di paksa hapus oleh petugas satpol PP.

Tindakan Satpol PP jelas telah membahayakan warga lain ketika membiarkan pelanggar pergi tanpa masker setelah menjalani sangsi sosial.

Rekaman Video masih bisa di temukan di google foto sebagai barang bukti petugas mengepung pimpinan redaksi dengan mengabaikan sosial distancing hanya untuk meminta hapus rekaman video.

(Levi/djitu.net)

Sumber: kabarmetro.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *