Penanaman Pohon digagas Satgas Ciyarum Wilayah Dansektor 22

Kota Bandung – Penanaman pohon yang di gagas Satgas Citarum Harum wilayah Dansektor 22 yang digawangi  Komandan Kol. Inf. Asep Rahman Taufik di apresiasi pegiat dan komunitas lingkungan dengan berbagai opini.

Pasalnya acara yang menginisiasi “Gerakan Bulan Menanam Tahun 2020” di Desa Mekarsaluyu, Cimenyan, Dago Pakar Bandung, Selasa (25/02/2020) terkesan hanya seremonial semata.

Dansektor 22 Citarum Harum
Dansektor 22 Kol. Inf. Asep Rahman Taufik Tanam 2.600 Pohon di Bantaran Sungai Citarum

“Wajar kalau saya sebagai praktisi jurnalis, menanyakan jaminan pohon sebanyak 2.600  pohon yang ditanam ini tentang keamanan dan perawatannya. Terlebih lagi, pohon tersebut dibtanam di tanah milik pribadi saudagar Poernawan yang sudah tiadak asing lagi membangun perumahan, condotel dan apartment di wilayah dago,” ucap Jurnalis yang konsen memperhatikan gerakan penghijauan di Jawa Barat, dan tak mau diaebutkan namanya.

Saya kira, jika pemilik tanah ini akan menggunakan lahannya untuk ajang bisnis, sah-sah saja. Maka dari itu, pertanyaannya apakah agenda bulan menanam pohon ini bisa dipegang keseriusannya hingga pohon tumbuh kokoh menjulang tinggi sesaui komitmen bersama, entahlah kita lihat saja nanti, keluhnya tak percaya akan keamanan pohon yang ditanam.

Bayangakan 2600 pohon diantaranya Mahoni Uganda 220. Gamalina 300, Suren 120, Alpukat 120, Nangka 75, Petai 75, Mangga 100, Manggis 95, Sirsak 115, Kopi 300, Salam 100, Kayu putih 100, Kisireum 70, Matoa 15, Rambutan 10, Ekaliptus 150, Kimenyan 145, Akasia Migenium 190, Makademia 300, teratanam disini tapu berapa tahun berikutnya hilang. “Coba pikirkan ?! Tambahnya mengingatkan.

Di sela usai acara, dan bertepatan saudagar tanah mengajak para tamu undangan makan siang. Asisten pribadinya Poerbawan yakni Karjono saat diminta keterangan tentang rencana ke depan pembangunan Dago Resort dia menunjukan kepada ibu Herlina sebagai lawyer Dago Resot secara umum untuk menerangkan lebih detail.

Langsung saja, dengan nafas terngagah sedikit lelah turun dari bukit acara penanaman pohon tim redaksi langsung mengawal Ibu Herlina.

Menurut beliau, bahwa kurang lebih tanah 32 H ini sudah memiliki ijin pembangunan. Dan itu kami dapatkan dari tahun 90 – an.

Jadi kalau ada yang keberatan atas pembangunan di Dago Resot yang berkaitan dengan aturan terkini mengenai KBU (Kawasan Bandung Utara) sepertinya tidak demikian di asumsikannya.

Apalagi aturan sekarang kami lebih menghargai dengan 30% lahan yang hanya diperuntukan untuk membangun. Jadi kami lebih menghormati keputusan pemerintah, imbuh Herlina.

Selain itu Herlina juga menerangkan mengenai mata air yang dikelola oleh Dago Resot. Akuinya mata air yang dikelola, hanya dua titik. Dan satu titiknya lebih banyak digunakan masyarakat sekitar.

Itulah bentuk kepedulian kami. Dan mengenai keamanan pohon yang sudah ditanam akan jaga dan di rawat baik. Kalaupun ada pembangunan akan kami ikut sertakan yang lebih paham untuk memindahkan pohon tersebut, tambah herlina menyudahi perjalanan dari bukit menuju mobil untuk langsung santap siang bersama.

Inisiatif Dansektor 22 Citarum Harum pada gerakan ini, mendapat sambutan baik dari Gubernur Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat dan Walikota Bandung.

Gerakan bulan menanam tahun 2020 ini lebih menekankan pada masyarakat tentang pola tanam perlindungan dan konservasi hutan, lahan serta daerah resapan air, yang telah dikobarkan oleh gerakan Satgas Citarum Harum Sektor 22, selama 2 Tahun kebelakang.

Harapannya ada hasil yang signifikan yaitu mengurangi bencana banjir dan kelestarian hutan dengan cara rekayasa sosial, melalui edukasi dan praktisi lapangan dengan melepaskan ego sektoral.

Dipaparkan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H., S.Ip. pada sambutannya, kami sangat terpacu dengan gerakan satgas citarum harum yang ingin ada penyelamatan lingkungan dengan cara Rekayasa Sosial dan Civil Teknis. Dab bagi  kepada dinas terkait mulailah melakukan yang sama.

Bentuklah rekayasa sosial untuk menambah wawasan masyarakat baik pada pola tanam maupun melalui edukasi prilaku demi kelestarian hutan dan kebersihan sungai. Lihatlah manufer khusus Dansatgas Citarum yang segera mengharumkan sungai citarum.

Ditempat yang sama Dansektor 22, ketika diminta keterangan tentang upaya penyelematan hasil tanam mengatakan ini sebagai upaya kemauan masyarakat bahwa menenam pohon itu penting sebagai konservasi hutan dari luas lahan kritis KBU 1.430 Ha diantaranaya 32 Ha milik Dago Pakar.

Begitu juga Walikota Bandung melalui Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Ir. Gingin Ginanjar, M.Eng menyampaikan, Secara internal kami pernah melakukan penghijauan, namun di KBU ini sangat lebih penting, karena bisa berdampak ke beberapa daerah,  sehingga harus menghilangkan ego sektoral, Pemkot Bandung sangat mendukung dan akan menjaga komitmen bahwa lingkungan hidup merupakan milik bersama” tegasnya saat dibacakan.

(Askur/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *