Pemberlakuan PSBB Membuat Tren Narkotika di Kota Bandung Menurun

Kota Bandung-Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mewajibkan masyarakat bekerja atau berkegiatan dari rumah, membuat tren pengguna baru narkotika di Kota Bandung menurun.

Demikian dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (22/6/2020). Meski angka pengguna baru menurun, namun pengungkapan justru meningkat.

“Masa pandemi (Covid-19) ada penurunan jumlahnya (pengguna baru), namun pengungkapan meningkat, karena di masa pandemi ini jalur laut masih mendominasi (peredaran narkotika),” ujar Deni.

Dikatakan Deni, dari hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan BNN Pusat mencatat prevalensi Jawa Barat berada diangka 95.259 orang yang pernah pakai narkotika dan 68.42 orang satu tahun pakai narkotika.

“Itu angka prevalensi Jawa Barat, kalau Kota Bandung belum spesifik, karena tidak bisa menaksir ada sekian ratus atau ribu, karena ada metode tertentu untuk mengetahui berapa banyak populasi penyalah guna di Kota Bandung, nanti akan kita lakukan,” katanya.

Melalui pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN), pihaknya kini terus melakukan sosialisasi penanggulangan narkoba ke sejumlah sekolah dan kewilayahan.

“Pencegahan ini adalah tanggung jawab bersama tidak cukup dengan penegak hukum saja. Kegiatan pencegahan dan rehabilitasi juga penting dilakukan,” ucapnya.

(Levi/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *