Benarkah Mantan Direktur Utama PD. Kebersihan Bandung Menyalahgunakan Wewenang Dan Memperkaya Diri?

Baru-baru ini, kekayaan yang dimiliki oleh Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Bandung periode 2014 – 2019, Deni Mulyana Hadimin yang semakin tajir dibandingkan dengan dirinya sebelum menjabat sebagai direktur utama diperusahaan Badan Usaha Milik Daerah Kota Bandung menjadi perbincangan hangat.

Hal ini tak lepas dari asset-asset yang kini ada dan dimilikinya semakin bertambah dan menimbulkan pertanyaan serta asumsi dari beberapa kalangan. Misalnya saja mengenai Rumah kosn dengan puluhan kamar yang baru dibangunnya dengan megah diarea Kabupaten Bandung, Mobil Toyota Innova terbaru, Moge dan lainnya serta seringnya jalan-jalan keluar negeri atau beberapa negara untuk sekedar berwisata.
Menurut beberpa keterangan hal ini jelas jauh terlihat disaat dirinya sebelum menjabat, baru menjabat dan setelah beberapa lama menjabat menjadi Dirut di PD. Kebersihan Bandung, baik dari segi penampilan maupun gaya hidupnya yang banyak orang melihat awalnya biasa saja namun sekarang menjadi serba mewah.
Banyak yang mengetahui juga, selama Deni menjabat menjadi Direktur Utama PD. Kebersihan, dia selalu dikawal atau memiliki ajudan seorang anggota Brimob POLRI, dengan dalih demi menjaga keamanan dan kenyamannya dalam setiap aktifitasnya sebagai Pejabat Penyelenggara Negara, walaupun jika dibandingkan pejabat daerah lainnya yang tidak memerlukan atau memiliki ajudan dari anggota POLRI, mengingat efisiensi anggaran yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik untuk program-program yang telah direncanakan pemerintah untuk kepentingan masyarakat banyak.

Selain itu, selama dirinya menjabat, beredar kabar banyak pembangunan di PD. Kebersihan yang bermasalah dan sempat muncul kepermukaan, namun hal itu seolah dianggap tidak bermasalah dan katanya dibuat seolah normative, kondusif dan dibereskan dibawah meja.
Hal lainnya, sempat juga ada kabar bahwa Deni menjadi salah satu sponsor atau mendanai kampanye seseorang yang kini menjabat menjadi Gubernur atau orang nomor satu di Provinsi Jawabarat. Hal itu sempat diakui Deni kepada salah seorang wartawan diruangan kerjanya saat dirinya menjabat dirut PD Kebersihan beberapa waktu lalu.“ Iya sih, tapi ga seberapa atau tidak sebesar dibandingkan sponsor lainnya” katanya.Dana tersebut katanya sebagai ongkos kampanye untuk pemenangan sebagai Gubernur Jabar dan dengan perjanjian jika menang menjadi orang nomor satu di Jabar, maka Deni akan naik menjadi Direktur Utama PT. Jasa dan Kepariwisataan Jabar (perseroda).

Alhasil, kini Deni pun menjabat sebagai Dirut Di Perusahaan BUMD Jabar tersebut. Bahkan menurut pengakuannya, kini dirinya harus berbenah untuk mengelola semua asset yang dimiliki provinsi jabar, juga harus menutupi utang perusahaan daerah yang kini di pimpinnya senilai 17 milyar, utang itu katanya hasil peninggalan mantan direktur utama sebelumnya dirinya menjabat di Jaswita. Setelah dikonfirmasi, selama dua minggu Tidak ada jawaban ataupun anggapan dari yang bersangkutan.

(Levi/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *