Tatan Sophian : Pertebal Iman Dan Perkuat Ibadah Ditengah Merebaknya Virus Covid-19.

Kota Bandung –  Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan fatwa nomor 14 Tahun 2020 mengatur tentang ibadah shalat Jumat dan mengenai ketentuan yang harus dilakukan terhadap jenazah pasien pengidap virus corona atau Covid-19.

Terkait dengan penyelenggaraan ibadah di tengah merebaknya virus Corona (Covid-19), Shalat Jumat dapat diganti dengan shalat zuhur di tempat kediaman (Rumah) masing-masing, karena Shalat Jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal.

Serta Maklumat DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang Berbunyi : untuk sementara waktu tidak menyelenggarakan sholat Jum’at dan sholat wajib berjamaah, sampai aman Covid-19 dan mendukung surat edaran keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 400/25/UM tanggal 13 Maret 2020 juga Surat edaran Walikota Bandung nomor : 443/SE,030-DINKES, Tanggal 4 Maret 2020, Point 3.

Menyikapi Maklumat DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat tersebut ini mengundang Pro dan Kontra di kalangan masyarakat umat muslim Jawa Barat yang ingin menjalankan ibadah yang rutin dilaksanakan tersebut, diberhentikan sementara waktu.

Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jawa Barat Tatan Sohian angkat bicara hal ini sungguh menyedihkan, hanya karena faktor virus Corona (Covid 19) ibadah terhadap Allah SWT sampai dihentikan secara sementara waktu.

“Ini yang sangat salah besar, virus Corona datang dari Allah SWT, Allah telah menurunkan cobaan kepada seluruh masyarakat didunia, kuatkah iman dan ibadahmu kepada-Nya dengan diberikan bencana penyakit seperti ini,” jelas Tatan saat dikonfirmasi dikantornya Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (18/3/2020).

Menurut Tatan, dengan cobaan seperti ini, umat manusia bukan malah menjauhi sang pencipta, tapi seharusnya umat manusia lebih mempertebal Iman kepada Allah SWT, agar dijauhkan dari hal-hal yang tidak dinginkan, maka secara etika dan logika seimbang, maka agamamu sempurna, dengan mendekatkan diri pada Allah SWT.

“Berarti menurut saya, pejabat yang mengeluarkan fatwa tersebut lebih takut terhadap virus Corona dari pada Allah SWT,” ujar Tatan.

Kalau kita kaji, lanjut dia, sebenarnya yang lebih jahat adalah bukan virus Corona tapi yang korupsi memakan uang rakyat dan menggerogotinya hingga merugikan negara dan sampai saat ini tidak ada obatnya, tidak diberantas secara tuntas keakar-akarnya.

“Inilah yang sebenarnya penyakit yang berbahaya, bahkan semua tidak mampu memberantasnya,” kata Tatan.

Bahkan kelakar Tatan, orang korupsi inilah yang jahatnya lebih dari virus Corona jangka pendek, jangka panjang, dan jangka dapur, inilah yang belum ada obatnya.

(Levi/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *