Perpanjangan Masa Jabatan Dirut PDAM Tirta Wening Terkesan Dipaksakan

Kota Bandung – Rumor yang berkembang dikalangan para tokoh masyarakat kota Bandung, para aktivis dan para penggiat anti korupsi tentang masa jabatan Direktur Utama PDAM Tirta Wening akan diperpanjang mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak terutama dari kalangan Aktivis Front Pembela Bandung. Hal tersebut terungkap ketika Panglima aksi front Pembela Bandung kang Satria menyampaikan rencana aksi unjuk rasa FPB yang rencananya akan di gelar waktu dekat ini.

Lebih jauh kang satria menyampaikan kepada para awak media juga para wartawan bahwa rencana aksi unjuk rasa tersebut dalam rangka menyikapi perpanjangan masa jabatan dirut pdam tirta wening yang seolah terlalu dipaksakan. Ini ada apa??.. kata beliau dengan nada kecewa. Mengapa Walikota Bandung juga anggota DPRD kota Bandung pada diam dengan kondisional seperti ini, apakah mereka pada tidak tau atau mereka semua pura-pura tidak tau ungkapnya dengan nada kesal.

Selanjutnya kang Satria juga mengungkapkan pada para awak media, bawa diduga kuat semua proyek dan pekerjaan di PDAM Tirta Wening hampir keseluruhannya dimonopoli oleh kerabat dan orang terdekatnya Dirut PDAM saat ini yg akan diperpanjang masa jabatannya. Hal ini yang menjadi salah satunya yang akan kami pertanyakan pada saat aksi unjuk rasa nanti.

Ketika para awak media dan wartawan meminta tanggapan tentang rencana aksi dari Front Pembela Bandung kepada salah seorang tokoh penggiat anti korupsi nasional Bang Mujahid Bangun yang juga menjabat sebagai ketua umum ARM (Aliansi Rakyat Menggugat) melalui sambungan selulernya menyatakan sangat menyayangkan jika hal tersebut benar terjadi dan ada unsur yang dipaksakan katanya membuka pembicaraan.

Lebih jauh Bang Mujahid yang terkenal vokal dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di tanah air ini mengatakan bahwa sudah lama mendengar dan mengetahui rumor yang berkembang jika di PDAM Tirta Wening itu banyak sekali permasalahan. Mulai dari adanya dugaan penyalahgunaan anggaran yang mengarah pada tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan instalasi pengolahan air milik PDAM Tirta Wening sebanyak 3 titik di daerah Cikalong – Pangalengan kabupaten Bandung yang menelan anggaran yang sangat fantastis sebesar lebih kurang Rp.63 Milyar. Namun pekerjaannya hingga saat ini diduga mangkrak.

“Saya sendiri masih belum berani berspekulasi menyikapi temuan tersebut keranah hukum dikarenakan saya beserta tim dari front pembela bandung saat ini sedang mengumpulkan data dan alat bukti yang valid jika nantinya kami giring temuan tersebut keranah hukum,” tegas mujahid mengakhiri pembicaraannya melalui sambungan selulernya.

(Levi/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *