Diduga Alami Perundungan dan Penganiayaan, Remaja Cikalongkulon Depresi

Kabupaten Cianjur – KV (20) remaja asal Kampung Cijayu Rt2 Rw1 Desa Cirama Girang Kecamatan Cikalongkulon dalam kondisi kurang normal. Kondisi tersebut terjadi pasca melakukan penagihan hutang kepada temannya. Diduga, KV mendapatkan perlakuan penganiayaan hingga kejiwaannya terdanggu.

Dari informasi yang terhimpun, saat itu teman-teman KV tengah makan di tempat berjualan KV yakni sate maranggi pada Senin (6/12). Pada hari Selasa (7/12), KV pun mengirimkan pesan melalui aplikasi berikirm pesan untuk menagih hutang terhadap temannya. Namun hingga Rabu (8/12), jawaban yang diterima pun tidak sesuai yang diharapkan.

Korban diajak untuk berkelahi dengan temannya tersebut, merasa kesal, KV pun mendatangi temannya tersebut pada Rabu malam. Namun, hingga tengah malam, KV pun tak kunjung pulang. Sehingga hal tersebut membuat keluarga khawatir.

“Itu awalnya menagih uang karena sudah makan di tempat keponakan saya, pas malam Rabu KV keluar rumah, tapi baru pulang pada Kamis pagi,” ujar Angga (36) yang merupakan paman korban.

Pihak keluarga pun kaget bukan kepalang melihat kondisi KV dengan gelagat aneh. Seperti terlihat banyak diam dan juga pandangan kosong. Namun hal tersebut terbukti saat KV selesai mandi dan keluar kamar mandi tanpa menggunakan busana sehelai pun.

“Pada saat beres mandi, dia keluar enggak pake baju sama sekali. Tentu keluarga juga kaget, anak ini kenapa bisa seperti ini?,” paparnya.

Akhirnya, keluarga pun mencoba berkomunikasi dengan KV untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Akan tetapi, hal tersebut dirasa percuma, KV seperti terlihat trauma dan stres.

Tak berselang lama, kaka dari KV pun pulang dari Bogor. Dari percakapannya itu lah terbongkar KV sedikit demi sedikit dengan kondisi yang masih belum sepenuhnya sadar menceritakan apa yang terjadi padanya.

“Kalau sama kakanya itu mau cerita, ya meskipun sedikit demi sedikit. Dia cerita diikat di pohon sampai diancam menggunakan samurai, bahkan menyebutkan nama temannya tersebut,” ungkapnya.

Akhirnya, keluarga pun melaporkan kejadian tesebut ke Polsek Cikalong untuk diproses hukum. Tapi melihat kondisi KV yang kembali mengamuk, sehingga pihak kepolisian pun menyarankan keluarga untuk merehabilitasi terlebih dahulu hingga benar-benar bisa dimintai keterangan.

Mendengar saran dari kepolisian, keluarga pun membawa KV ke tempat rehabilitasi kejiwaan. Beberapa hari setelah di rehabilitasi kejiwaan, KV pun kembali dimintai keterangan mengenai kejadian yang menimpanya. Sehingga pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.

“Tidak lama itu bisa bicara normalnya, kondisinya malah menjadi parah. Akhirnya kami bawa ke Bogor untuk kembali menjalai pengobatan,” jelasnya.

Hingga saat ini, Polsek Cikalong pun belum bisa dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut dan tengah dalam pendalaman.

(Adhitya Nursyifa/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *