Sengaja Beri Uang Kepada Gepeng, Terancam Penjara Tiga Bulan

Kabupaten Cianjur – Memberikan uang pada pengamen, gelandangan, pengemis, maupun anak jalanan, dapat dipidana penjara kurungan tiga bulan.

Sehingga Satpol PP dan Damkar Cianjur menghimbau masyarakat pengendara mobil maupun motor untuk tidak memberikan uang jika tidak ingin dipidana atau sanksi denda.

Seperti diketahui semasa pandemi Covid 19, sejumlah tempat atau beberapa titik perempatan jalan dipenuhi para pengamen, anak jalanan, gelandangan, maupun pengemis dan keberadaan mereka dianggap cukup mengganggu ketertiban umum.

Satpol PP Kabupaten Cianjur memasang papan himbauan di tiga titik perempatan, diantaranya perempatan Tugu Pramuka, perempatan Jebrod dan perempuan Toko Lily.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadhi mengatakan, sengaja memasang papan himbauan sebagai sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita memasang itu karena sesuai Perda Nomor 1 tahun 2019 Jo Nomor 3 tahun 2020 tentang ketertiban umum,” ujar Hendri pada Wartawan, Rabu (15/12/2021).

Hendri menuturkan, dalam pasal 61 Perda Nomor 3 tahun 2020 disebutkan apabila dengan sengaja memberikan uang kepada gepeng, anak jalanan maupun pengemis bisa dikenakan sanksi pidana kurungan atau sanksi denda.

“Hukumannya pidana kurungan tiga bulan atau sanksi denda Rp50 ribu,” ungkapnya.

Namun Lanjut, Hendri saat ini sanksi pidana maupun sanksi denda tidak akan dulu diterapkan, karena lebih menekankan kepada sosialisasi terhadap masyarakat.

“Kami lebih gencar melakukan sosialisasi dahulu kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu pihaknya turut lebih aktif melakukan kegiatan razia demi menekan jumlah pengemis, gelandangan dan lainnya.

“Selain himbauan, kami juga akan melakukan razia ke sejumlah titik yang memang banyak gepeng, pengemis maupun pengamen,” pungkasnya.

(Adhitya Nursyifa/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *