Disdagin Kota Bandung Mendapatkan Laporan Adanya Panic Buying Akibat Wabah Covid-19 di Kota Bandung

Kota Bandung – Dinas Perdagangan dan Perindustrian(Disdagin) Kota Bandung mendapatkan laporan adanya pembelian kebutuhan bahan pokok di luar batas kewajaran atau panic buying akibat wabah Covid-19.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, panic buying terjadi pada Minggu 15 Maret 2020, di beberapa gerai supermarket seperti di Yogya Buah Batu, Yogya Batu Nunggal, Yogya Riau Junction, Yogya Setrasari, Yogya Pasteur, dan Yogya Sukarno-Hatta.

“Kemarin (Minggu) ada beberapa warga melakukan panic buying di beberapa gerai modern dengan kenaikan pengunjung hingga 30-40 persen dibandingkan sebelumnya, tapi tidak semua ada juga pengunjung yang membeli normal untuk kebutuhan bulanan,” ujar Elly saat dihubungi, Senin (16/3/2020).

Elly mengatakan, hal itu terjadi pasca-penetapan Jabar siaga satu Covid-19, disusul surat keputusan Wali Kota Bandung yang meliburkan kegiatan belajar mengajar dan menginstruksikan agar masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah demi terhindar dari wabah virus Covid-19.

“Kemarin ada dua tipe pengunjung. Ada belanja normal, ada yang berlebihan. Tapi, pagi tadi kami mendapatkan laporan sudah normal tidak terjadi panic buying. Semoga kondisi berangsur normal,” katanya.

Dikatakan Elly, jika terjadi panic buying lagi pihaknya akan melakukan pembatasan pembelian di setiap gerai modern di Kota Bandung.

“Kami sudah koordinasi dengan Asosiasi Perdagang Ritail Indonesia (Aprindo) Bandung, jika nanti ditemukan panic buying akan ada pembatasan pembelian,” ucapnya.

Elly menuturkan, saat ini Disdagin Kota Bandung telah melakukan upaya pemantauan dengan menyebar petugas untuk memantau gerai toko modern juga berkoordinasi dengan beberapa asosiasi ritail, untuk mengetahui stok kebutuhan bahan pokok.

Ia juga mengimbau agar masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan.

“Warga diimbau tak berbelanja kebutuhan pokok secara berlebihan karena stok aman, dan tersedia. Dua poin itu kami lakukan sesuai dengan instruksi lewat pemantauan berkelanjutan,” katanya.

(Levi/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *