UPTD Pasar Cipanas Gencar Lakukan Pengawasan Produk Hewan

Kabupaten Cianjur – Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil (UKM) Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur melalui UPTD Pasar terus gencar melakukan pengawasan sejumlah bahan pokok di lokasi pasar rakyat untuk memastikan produk hewan yang beredar memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal.

Terlebih, jelang memasuki momen Natal dan tahun baru atau Nataru yang tinggal beberapa pekan kedepan. Salah satunya juga yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cipanas.

“Hingga saat ini kita terus melakukan pengawasan dan pengecekan ke para pedagang, khususnya yang menjual sejumlah bahan pokok termasuk daging-dagingan,” kata Kasubbag Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cipanas, Iman Rohiman, Selasa (7/12/2021).

Bahkan, jika ditanya soal ditemukannya sebuah karung yang berisi potongan daging babi di wilayah Kecamatan Cipanas kemarin, pihaknya tentu bakal terus memastikan dan memantau setiap hari peredaran produk hewan di Pasar Cipanas ini.

“Dengan adanya penemuan potongan daging babi di wilayah Kecamatan Cipanas kemarin, kami sebetulnya sering melakukan pengawasan atau pengecekan setiap hari ke para pedagang,” katanya.

Pengetatan pengawasan terhadap produk hewan tersebut menurutnya, dilakukan berkaitan pula jelang masuknya momen Natal dan tahun baru. Dimana permintaan akan daging hewan biasanya akan meningkat dibandingkan hari-hari normal.

“Biasanya kalau ada momen hari-hari besar, permintaan sejumlah bahan pokok terjadi peningkatan. Tapi kita juga belum bisa memprediksi untuk tahun ini, karena bakal ada aturan PPKM level 3 dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dengan begitu, pihaknya sangat mengimbau kepada para pembeli atau konsumen yang datang ke pasar Cipanas khususnya agar sama-sama lebih waspada dan berhati-hati dalam membeli sesuatu. Meskipun ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada temuan soal peredaran daging yang membahayakan di sini, termasuk daging babi.

“Kami selalu memastikan bahwa di Pasar rakyat Cipanas, aman tentang daging yang membahayakan termasuk isu peredaran daging celeng,” pungkasnya.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *