Ditinggal Jualan Cilok, Atap Rumah di Bojongpicung Ambruk Diguyur Hujan

Kabupaten Cianjur – Sebuah rumah di Kampung Rawa Bebek, Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur ambruk saat diguyur hujan, Selasa (07/12/2021).

Rumah yang diketahui berukuran 13 x 9 meter itu merupakan milik Mamat (61). Beruntung peristiwa itu tidak mengakibatkan korban jiwa.

Informasi yang dapat dihimpun, rumah yang seluruh atapnya ambruk akibat lapuk saat diguyur hujan itu dihuni tujuh pedagang cilok. Pemiliknya pun ikut tinggal bersama di dalam rumah.

Saat kejadian seluruh penghuninya sedang tidak ada di dalam rumah. Beberapa di antaranya sedang berjualan cilok ke kampung lain sekitar pukul 10.00 Wib

Ketua RW 01 Kampung Rawabebek, Andriana mengatakan, sebelum kejadian pasir material bangunan kerap berjatuhan dikit demi sedikit setiap hari.

Namun pada Senin malam, ada material pasir dan batu kecil dari dinding atap bagian atas yang jatuh.

Dari situ seluruh penghuni mulai curiga dan langsung mengevakuasi perabotan yang ada di dalam rumah.

Ada juga yang menginap di rumah tetangga tak jauh dari lokasi.

Beberapa pedagang lainnya pulang kampung, sedangkan yang masih berjualan tinggal dua orang tinggal bersama pemilik rumah.

“Benar adanya bahwa pada sekitar pukul 10.00, Wib bangunan rumah bagian atapnya ambruk. Beruntung semua penghuninya sedang berada di luar rumah,” ujarnya

Melihat kondisi itu, masyarakat bersama aparat gabungan langsung merubuhkan bangunanrumah yang ambruk di Bojongpicung itu agar tidak membahayakan.

“Karena riskan ambruk dan takut menimpa warga yang lewat, maka pihak Danramil, Kecamatan, Desa, Retana, RW, RT dan warga setempat langsung membongkarnya. Didorong dengan alat seadanya hingga ambruk rata dengan tanah,” tambahnya.

Sementara itu Danramil 0608-11 Bojongpicung, Kapten Arm U. Sanusi menambahkan, pihaknya mengetahui kejadian itu dari laporan warga setempat.

Setelah selesai melaksankan briefing dengan anggota, maka pihaknya langsung datang ke lokasi.

Melihat kondisi bangunan rumah yang atapnya ambruk dan riskan terjadi hal yang tidak diinginkan, saat itu pula langsung dibongkar menggunakan alat seadanya.

Namun bangunan belum seluruhnya bisa dirobohkan. Rencananya besok akan diteruskan karena waktu yang sudah magrib.

“Karena waktu tidak memungkinkan akan diteruskan besok pagi,” ujarnya.

Ia meneruskan, sebelum merobohkan bangunan rumah ambruk, pihaknya terlebih dahulu mengevakuasi penghuni beserta perabotan yang ada di dalam rumah.

“Pemilik beserta perabotannya dievakuasi ke rumah tetangga yang tak jauh dari rumah ambruk,” pungkasnya.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *