Ibu-ibu Pengajian Sukamaju Dilempar Batu Orang Tak Dikenal

Kabupaten Cianjur – Ibu-ibu pengajian dikejutkan dengan pelemparan batu yang dilakukan oknum tidak di kenal ketika menggelar pengajian di salah satu Masjid Jami Al-Mukmin RT 01 RW 10 Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin 06/12/2021 sore hari pukul 16.40 WIB.

Saksi mata tokoh masyarakat setempat, Ahmad (44) mengatakan, kejadian bermula ketika pengajian yang di isi 20 orang ibu-ibu itu tengah melaksanakan kegiatan pengajian rutin.

Tiba-tiba terdengar bunyi lemparan beberapa kali dan satu buah batu masuk menembus genteng menembus plafon.

“Pas ibu-ibu sudah memulai aktivitas mengaji tiba-tiba ada bunyi lemparan batu, lemparan ketiga batu sebesar kepalan tangan masuk,”katanya

Akibat aksi pelemparan batu yang dilakukan orang tak dikenal itu hampir mengenai salah satu ibu-ibu yang berada di dalam masjid tersebut

“Batunya hampir mengenai salah seorang ibu yang sedang mengaji,”ungkapnya.

Namun, Lanjut Ahmad pelaku pelemparan tak terlihat karena terhalang oleh benteng yang mengelilingi masjid Al-Mukmin.

“Untuk pelaku sendiri gak keliatankarena terhalang benteng. Pelemparan di pastikan dari arah Rumah Potong Hewan (RPH) jagal sapi dekat masjid,”paparnya.

Dugaan sementara pelaku kemungkinan masih orang terdekat yang telah mengetahui kondisi dan keadaan sekitar

“Kami menduga orang sekitar dan motif nya belum di ketahui sampai sekarang,”ujarnya.

Saat ini kejadian tersebut telah di laporkannya kepada Polsek Cianjur.

“Sudah laporan kepolisian, saya yang mendampingi agar tidak ada ketakutan lagi ibu-ibu atau warga untuk melakukan aktivitas keagamaan di masjid Al- Mukmin,”ungkapnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Cianjur Iptu Romi, membenarkan telah menerima laporan terkait kejadian pelemparan batu di salah satu masjid yang berada di wilayah Desa Sukamaju.

“Sudah ada laporan per tanggal 08 Desember 2021 dari masyarakat baru masuk,”ujar Iptu Romi melalui sambungan telepon, Rabu/ 08/12/2021.

Iptu Romi menambahkan, laporan tersebut hanya sebatas lisan.

“Saat ini belum lengkap laporannya baru pengaduan lisan dan cek Tempat (Kejadian Perkara) TKP dulu,”pungkasnya.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *