Belasan ABK Kapal Cumi Asal Cianjur Diduga Terlantar di Maluku

Kabupaten Cianjur – Belasan Anak Buah Kapal (ABK) di sebuah kapal cumiasal Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur diduga terlantar di Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Mereka bernama Denis Agustina, Uya, Tarya, Agung, Deden, Ule, Asep Jamaludin, Yusup, Tresna, Uji, Wandi, dan Saepuloh.

Para pemuda itu sebelumnya berangkat ke Kepulauan Aru untuk bekerja menjadi Anak Buah Kapal (ABK) pencari cumi.

Salah satu pemuda yang sempat kerja di kapal cumi, Denis Agustina (18) pulang dari Kepulauan Aru menuju Cianjur dengan menghabiskan biaya senilai Rp5 juta.

Pria yang merupakan warga Kampung Mekarsaluyu RT 04/RW 04, Desa Bojongpicung, Kecamatan Bojongpicung itu pun membeberkan kisahnya.
Awalnya, mereka ditawari upah yang menggiurkan dalam pekerjaan itu.
Informasi yang dapat dihimpun, para pemuda itu berangkat melalui sponsor yang menjanjikan gaji bulanan senilai Rp1.050, 000.

Upah baling besar berasal dari hasil tangkapan cumi, karena setiap kilogram dihitung. Belum lagi ditambah uang fee untuk keluarga senilai Rp5 juta per orang.

Dari tawaran itulah, belasan pemuda asal Bojongpicung itu berangkat ke Kepulauan Aru untuk membantu menjadi ABK.

Namun tidak ada kabar dari para pemuda yang merantau itu terkait upah dan lainnya. Bahkan kabar yang ada, mereka diduga terlantar di perantauan.

Sedangkan uang untuk keluarga sebesar Rp5 jura pun yang diterima hanya Rp2 juta. Itu pun bukan uang fee, tapi uang pinjaman dari pihak perusahaan ikan.

Sementara itu menurut orang tua Asep Jamaludin, Oding mengatakan anaknya sudah berangkat sejak Juni 2021 lalu. Namun hingga kini tidak ada kabar kepada keluarga.

Ia pun tidak tahu anaknya mendapatkan upah berapa dan juga kabarnya.

“Kerja mah tidak tahu apa di laut udah enam bulan. Gak ada kabar, (keluarga) ingin dipulangkan saja,” tuturnya.

Kepala Desa Bojongpicung, Dihernawan menambahkan, kabar belasan warganya yang terlantar itu ia terima dari Ketua RT 03 dan dari orang tua beberapa pemuda.

Laporan itu pun telah diteruskan ke Polsek Bojongpicung.

“Yang dijanjikan kerja 12 orang, mereka diiming-imingi gaji RpRp1.050, 000 dan tambahan gaji dari penangkapan ikan. Namun sampai hari ini belum ada kabar berita,” ujarnya.

Ia pun memnta bantuan pada pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI supaya seluruh warga Bojongpicung yang diduga terlantar di Kepulauan Aru bisa segera dipulangakan ke kampung halamannya.

“Untuk itu kami memohon agar warga kami yang sampai saat ini belum ada kabar beritanya bisa dipulangkan kembali ke Bojongpicung,” tandasnya.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *