Ada Karung Isi Daging Celeng di Pinggir Jalan Tugaran Sindanglaya

Kabupaten Cianjur – Potongan bagian tubuh daging babi atau celeng ditemukan warga dalam karung tergeletak di samping Jalan Tugaran, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Senin (6/12) sekitar pukul 07.30 WIB.

Mamang (50) salah seorang warga setempat mengatakan, diketahui potongan tubuh daging babi berbulu hitam itu, pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga Abas yang melintas ke jalan Tugaran pagi hari.

Saat itu, warga bernama Abas melintas dan menemukan karung besar yang mencurigakan karena terdapat di samping jalan antara Desa Sindanglaya dan Cipanas.

Kemudian, Abas melaporkan ke warga lain yang dekat di lokasi ditemukannya karung tersebut. Setelah itu, beberapa orang bersama-sama mengecek karung yang berisi penuh itu, hingga akhirnya dirobek.

Alhasil, karung tersebut ternyata berisi potongan tubuh babi yang masih terdapat bulu-bulu hitam pekat. “Pada saat dirobek, ternyata ada potongan kepala babi, isi atau jeroan babi yang diduga merupakan babi hutan karena berbulu hitam,” kata Mamang, Senin (5/12).

Setelah dicek bersama-sama, warga kemudian melaporkan penemuan itu ke pemerintah desa setempat. Supaya dilakukan tindak lanjut, agar tak ada kesan tersebarnya daging celeng di wilayah Kecamatan Cipanas.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sindanglaya, Iyan Ardiansyah membenarkan adanya penemuan potongan tubuh babi dalam karung di Jalan Tugaran, setelah didapati informasi dari warga. “Ya tadi sempat ramai karena warga menemukan potongan tubuh babi dalam karung. Tapi setelah itu, Pemdes bersama warga menguburkan hasil penemuan tersebut di lahan pemakaman umum,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, di saat penguburan potongan yang diduga babi hutan itu, dilakukan bersama bapak Kepala Desa Sindanglaya. “Setelah ditemukan, kami bersama warga menguburkan penemuan itu, bahkan Kades sendiri yang menggali untuk penguburan itu,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH. Abdul Ra’uf mengatakan, bahwa menanggapi adanya dugaan membuang potongan tubuh babi di samping jalan seperti itu, tentu harus dipertanyakan. Apa motif dan tujuan seseorang di sana.

“Jadi harus jelas dulu maksud dan tujuannya apa membuang daging atau potongan tubuh babi di jalan tersebut. Karena secara syariat Islam sudah jelas, bahwa memakan daging babi itu haram hukumnya bagi umat muslim,” kata Kiayi Ra’uf saat dihubungi, Senin (6/12).

Bahkan, menurutnya, umat muslim itu jangankan memakan, memegang atau menyentuh daging babi tersebut bisa haram dan menjadi najis besar atau mugalladoh.

“Yang perlu dipertanyakan, maksud dan tujuan seseorang membuang potongan daging babi itu apa. Itu harus diselidiki,” ujarnya.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *