P5A Cipanas Beri Penyuluhan Sadar Stunting dan Gizi Buruk

Kabupaten Cianjur – Dalam upaya menekan kasus Stunting dan gizi buruk, puluhan Kader Posyandu yang ada di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, menerima penyuluhan dari tim Penggerak Desa, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P5A), Senin (6/12/2021) di Aula Desa.

Tenaga Penggerak Desa dari Dinas P5A Kecamatan Cipanas, Eka Kurniawati menjelaskan, ada tiga unsur dalam membantu menekan kasus gizi buruk dan Stunting di masing-masing desa ini. Ke tiga unsur tersebut diantaranya, Bidan desa, kader posyandu, serta kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK.

“Jadi untuk menurunkan angka kasus Stunting dan gizi buruk ini kami sebetulnya telah membentuk tim pendamping keluarga yang diantaranya tiga unsur tadi. Sehingga diharapkan dengan adanya penyuluhan di Sindanglaya ini, kasus tersebut bisa lebih ditangani secara maksimal,” kata dia usai penyuluhan.

Dalam penuntasan kasus Stunting tersebut, lanjutnya, dikoordinatif oleh bidan desa yang bertugas untuk melayani empat sasaran dalam menekan angka gizi buruk di wilayah desa.

Sasaran itu diantaranya yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi atau balita usia 0 hingga 24 bulan.

“Jadi ke empat sasaran itu akan kita bidik atau entaskan untuk menekan kasus Stunting atau gizi buruk di wilayah desa masing-masing melalui tim pendamping keluarga tadi,” katanya.

Secara umum di wilayah Kecamatan Cipanas, ia menyebut, bahwa kasus gizi buruk mengalami peningkatan, akibat adanya pandemi Covid-19.

Penurunan sektor ekonomi di masa ini, menurutnya menjadi penyebab sejumlah keluarga mengalami kekurangan pasokan gizi bagi anak dan balita. Sehingga secara otomatis dampak terhadap pertumbuhan anak tersebut menjadi terhambat.

“Kalau secara umum di tahun ini kasus gizi buruk di Kecamatan Cipanas mengalami peningkatan. Sebab, terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi di masing-masing keluarga. Sehingga tentu, kasus gizi buruk pun melonjak naik,” kata dia.

Selain itu, ia menyebut, di wilayah Desa Sindanglaya sendiri terdapat 83 kasus gizi buruk atau garis merah sepanjang tahun 2021 ini atau di masa pandemi Covid-19.

Adanya hal itu, tentu pihaknya sangat menekankan kepada tiga unsur di desa tadi untuk bisa sama-sama berupaya menurunkan Kasus Stunting atau gizi buruk. Salah satunya yakni dengan memberikan penyuluhan.

“Jadi selain penyuluhan terhadap tiga unsur di desa, tentunya kami akan memetakan data yang ada untuk dilakukan sosialisasi atau konsultasi ke rumah-rumah sasaran oleh 11 tim di masing-masing desa,” kata dia.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *