Petani Kopi dan Pelaku Usaha Kopi Butuh Nilai Tambah dan Daya Saing Kopi, Budhy Setiawan : Saya Datangkan Ahli Kopi Seorang Q-Grader

Kabupaten Cianjur – Anggota Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan membuka Bimbingan Teknologi bersama Kementerian Pertanian RI bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Hilirisasi Kopi” di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (02/11/2021).

Budhy menyampaikan bahwa pentingnya hilirisasi untuk mewujudkan peningkatan nilai tambah dan daya saing kopi Cianjur di wilayah Indonesia.

Dalam kegiatan ini hadir para peserta dari kelompok tani, petani millenial, kelompok wanita tani (KWT), karang taruna dan pekerja sosial yang sangat antusias menghadiri kegiatan dari jam 09.00 pagi sampai jam 15.00 sore hari.

Tidak tanggung-tanggung Budhy Setiawan mengundang narasumber yang sangat tepat bagi pada pelaku usaha kopi dari hulu dan khususnya hilir, narasumber tersebut bernama Muhammmad Eka Pramudita yang sudah mempunyai Lisensi sebagai Q-Grader dalam bidang perkopian.

Perlu diketahui Seorang Q-Grader itu sendiri adalah mereka yang telah lulus ujian Coffee Quality Institute, setelah melewati pelatihan dan ujian yang ketat. Di seluruh dunia, diperkirakan hanya terdapat 3.500 orang Q-Grader bersertifikasi dan Tugas menjadi Q-Grader yang pertama adalah menjadi penerjemah rasa kopi, kedua perantara pembeli dan petani, pembeli bisa prots ke petani misalnya banyaknya hama di ladang dan inilah tugas Q-Grader juga, serta bisa menyarankan untuk memproduksi kopi yang lagi hits.

“Keseriusan saya dalam perkopian ini dengan mengundang seorang narasumber berlisensi Q-Grader, karena bisa menjelaskan semuanya terkait perkopian. Salah satunya penjelasan terkait perawatan pohon kopi dari para petani, di tengahnya ada seorang pengolahan kopi atau prossesor kopi dan di hilirnya ada roaster serta barista,” kata Budhy.

Jadi seorang Q-Grader sudah pasti leluasa dalam menjelaskan perkopian dari hulu ke hilir, tujuannya sangat jelas yakni untuk menjaga kualitas cita rasa kopi Cianjur dan meningkatkan nilai tambah dan daya saing di hilirisasi kopi Cianjur.

Untuk itu, menurut legislator dapil Jawa Barat III yang meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur tersebut, bimtek yang diberikan kali akan menjadikan manfaat bagi pelaku usaha kopi dari hulu sampai hilir untuk mengolah kopi Cianjur dengan cita rasa yang beragam dan selanjutnya selain para pelaku usaha yang setiap hari selalu memasarkan dan mempromosikan lewat media sosial, juga perlu adanya dukungan pemerintah kabupaten dalam hal mempromosikan serta pemasaran produk hasil pelaku usaha kopi agar produk-produk kopi Cianjur tersebar ke seluruh wilayah Indonesia.

(Adhitya Nursyifa/Djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *