Dampak Pandemi, Sekolah di Cianjur Minim Prestasi

Kabupaten Cianjur –  Dampak pandemi Covid 19 sekolah di Cianjur menjadi minim prestasi siswa, baik akademik maupun non akademik. Pasalnya, selama pandemi Covid-19, tidak ada even atau kegiatan perlombaan yang diikuti oleh siswa di sekolahnya. Kesiswaan MAN 1 Cianjur, Rahman Zaenudin mengatakan, dampak pandemi menyangkut prestasi siswa atau peserta didik sangat luar biasa.

“Karena dengan adanya pandemi Covid-19 ini even even kegiatan itu sangat minim sekali, bahkan tidak ada. Sehingga berdampak pada prestasi yang diraih oleh peserta didik,”paparnya.

Adapun even yang dilaksanakan hanya secara daring dan itu pun jumlahnya terbatas, serta sangat sulit untuk diikuti. Baik itu prestasi akademik maupun non akademik dalam bidang ekstra kulikuler (ekskul).

“Sebelumnya even even lomba itu banyak, sehingga kami banyak mengikuti sertakan siswa pada kegiatan. Sehingga torehan prestasi sebelum 2020 baik dalam bidang akademik, di even resmi kementerian agama maupun di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Cianjur kami selalu mengikuti,”terangnya.

Beberapa kegiatan di bidang ekstra kulikuler pun seperti paskibraka, pramuka, kesenian ataupun kegiatan kegiatan lain selalu diikuti. Namun dengan adanya pandemi ini penyelengara kegiatan pun terbatas.

“Ada kegiatan cuman sosialisasinya itu dalam bentuk sosial media, dan itu terbatas. Kami berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu, Allah segera mengangkat virus ini, karena yang menghidupkan dan mematikan, yang mengadakan dan mentiadakan virus ini adalah Allah. Dan kami berharap di tahun 2022 nanti siswa bisa melakukan kegiatan sekolah secara normal,”jelasnya.

Saat ini lanjut Rahman MAN 1 Cianjur sudah mendapatkan izin PTM walaupun PTM terbatas, untuk pembelajaran bisa dilakukan tatap muka terbatas.

“Baru 50 persen siswa dan waktunya terbatas. Untuk PTM tidak ada paksaan, artinya kalau siswa tidak diizinkan oleh orangtua, maka siswa tidak boleh datang ke sekolah. Artinya PTM tidak ada paksaan, justru PTM adalah pilihan. Siswa bisa memilih belajarnya PTM ataupun daring,”pungkasnya.

(Aditya Nursyifa/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *