Fakta Baru 42 Adegan WNA Siramkan Air Keras ke Istri, Terancam Pidana Hukuman Mati

Kabupaten Cianjur – Tersangka kasus penyiraman air keras yang diketahui WNA asal Timur Tengah Abdul Latif (49) terhadap istrinya Sarah (21) terancam hukuman mati.

Polres Cianjur pada Jumat (3/12/2021) siang telah melaksanakan rekontruksi tindak pidana kekerasan penganiayaan yang dilakukan WNA Abdul Latif (49) terhadap istrinya, Sarah (21) secara tertutup di Mapolres Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan, ada 42 adegan tersangka menganiaya Sarah hingga tubuhnya mendapat luka bakar 80 persen dan meninggal dunia ketika akan dirujuk.

“Hasil rekonstruksi dari awal ada 29 adegan dikembangkan menjadi 42 adegan, mulai dari tersangka membeli air keras sampai melakukan tindak pidana diakhir dengan tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor,”katanya.

AKBP Doni Hermawan menambahkan, ada beberapa fakta yang ditemukan dugaan awal tersangka meminumkan air keras kepada korban.

Namun, berdasarkan hasil rekonstruksi kemungkinan terminum akibat siraman air keras pada saat kejadian.

Pasalnya posisi korban saat disiram dengan air keras berada di bawah dengan posisi terikat sementara tersangka di posisi berdiri.

“Kemungkinan terminum karena disiramkan dari atas mengarah juga ke mulut korban,” ujar Kapolres.

Selain itu Kapolres menjelaskan, hasil forensik akan didapatkan dalam waktu dekat mengenai kerusakan di dalam tubuh korban.

“Untuk motif masih sakit hati, namun hari ini kami fokus kepada adegan ulang urutan tersangka melakukan penganiayaan,”terangnya.

Kapolres memaparkan pada rekonstruksi dilakukan tertutup, meskipun demikian hasil yang diinginkan tercapai dan digambarkan dari rekonstruksi.

“Dari mulai urutan korban membeli air keras, membekap mulut, membuka lakban ada urutan yang lebih detail,”paparnya.

Sementara lanjut Kapolres, pendalaman motif sakit hati saat ini tak direkonstruksi, rekonstruksi hanya fokus bagaimana urutan tersangka melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban, penyiraman, dan pemukulan.

“Tadi dilihat dalam reka adegan ulang, posisi korban setengah berdiri saat disiram air keras satu liter hingga menyebabkan luka bakar 80 persen,”kata Kapolres.

Selain itu, korban sempat melawan, namun hasilnya tak maksimal karena tangan dalam kondisi terikat.

“Secara lengkap tadi mulai korban yang sedang tidur lalu diseret diikat dan akhirnya disiram, kita juga dapat keterangan perencanaan pembelian air keras sudah satu bulan dilakukan tersangka,”ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Abdul Latif terancam hukuman mati hingga paling ringan yakni mendekam di balik jeruji besi seumur hidup.

“Tersangka dijerat tiga pasal pasal 334 lalu 354, dan 358 dengan ancaman seumur hidup sampai pidana mati,”pungkasnya.

(Aditya Nursyifa/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *