Dilema BPBD, Masyarakat Cianjur di Daerah Rawan Bencana Sulit Direlokasi

Kabupaten Cianjur – Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana di Kabupaten Cianjur sulit di relokasi, hal tersebut tentu menjadi masalah di tengah status Cianjur yang kini berada di siaga satu.

Pasalnya tercatat Kabupaten Cianjur menjadi daerah yang berada di rangking satu rawan kebencanaan di Jawa Barat dan ke empat di Indonesia.

Sekban Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Rudi mengatakan, pihaknya merasa dilema pada masyarakat yang memiliki rumah rawan terjadinya bencana.

“Disisi lain masyarakat harus di relokasi tetapi kebanyakan kan tidak mau untuk di pindahkan,”katanya.

Rudi menjelaskan, banyaknya masyarakat yang tak mau dipindahkan karena persoalan tak memiliki tanah lain untuk kembali mendirikan rumah untuk di tinggali.

“Tapi kan yang jadi persoalan masyarakat mau tinggal di mana, kebanyakan itu seperti itu keluhannnya,”ujarnya.

Rudi berujar, pihaknya hanya bisa memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada untuk kemungkinan terjadinya bencana.

“Kita hanya dapat memberikan himbauan saja walaupun kita sudah memetakan daerah-daerah yang rawan,”paparnya.

Saat ini ujar Rudi tercatat dua kecamatan yang rawan pergerakan tanah dan longsor karena wilayahnya memiliki kontur tanah perbukitan dan lereng-lereng gunung.

“Saat ini ada dua kecamatan yang rawan yaitu Campaka dan Campakamulya,”pungkasnya

(Aditya Nursyifa/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *