Eazy Paspor: Inovasi Imigrasi dalam Pelayanan Publik di Masa Pandemi

Kota Bandung-Pandemi virus corona menyebabkan perubahan aktivitas manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Meskipun pertama kali muncul di Wuhan, China, kasus penyakit akibat virus corona yang dikenal dengan covid-19 menyerang dunia, termasuk Indonesia.

Kegiatan pelayanan keimigrasian yang merupakan bagian dari pelayanan publik merespon perubahan yang terjadi di masyarakat akibat virus corona. Melalui Surat Edaran Dirjen Imigrasi bernomor IMI-1060.GR.01.01 TAHUN 2020, dikeluarkan kebijakan Eazy Paspor. Eazy Paspor adalah pelayanan paspor yang dilaksanakan di luar kantor dan menuju lokasi pemohon dengan menggunakan mobil layanan paspor keliling dan/atau mobile unit Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI).


Program Eazy Paspor akan memberikan pelayanan keimigrasian khususnya permohonan paspor baru dan penggantian paspor. Masyarakat tidak lagi harus memperoleh antrean online untuk bisa memperoleh pelayanan paspor. Program Eazy Paspor yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi akan memberikan layanan paspor pada perkantoran pemerintah/swasta/BUMN, perumahan, pendidikan yang meliputi sekolah, pesantren dan asrama serta komunitas dan organisasi. Pengajuan permohonan paspor pada layanan eazy paspor ini dilakukan secara manual dengan bermohon langsung ke Kantor Imigrasi setempat. Pelayanan eazy paspor dapat dilaksanakan dengan batas minimum pemohon lima puluh orang (50 orang).
Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan serta fungsi keimigrasian, program eazy paspor diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat. Keluhan masyarakat mengenai sulitnya antrean online untuk memperoleh pelayanan paspor diharapkan dapat ditangani melalui program eazy paspor ini.
New Normal: Adaptasi Pelayanan Paspor di Masa Pandemi

Sejumlah negara terdampak covid-19 telah memasuki tahap new normal setelah melakukan penguncian wilayah (lockdown) selama beberapa waktu untuk menghentikan penyebaran covid-19. New normal merupakan sebuah istilah populer yang dipergunakan oleh pemerintahan di banyak negara untuk menggambarkan diberlakukannya kembali aktifitas normal dengan sejumlah ketentuan. Prinsip new normal dalam pelayanan paspor sebagai bentuk pelayanan publik dilakukan pula oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung. Pelayanan new normal pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung dimulai pada 15 Juni 2020.

Dalam pelayanan paspor di era new normal, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung melaksanakan sejumlah kebijakan. Pertama, pelayanan paspor tetap mempertahankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan WHO dan Gugus Tugas Covid-19. Kedua, jumlah kuota antrean yang dibuka melalui APAPO (Aplikasi Pendaftaran Antrian Permohonan Paspor Online) dalam pelayanan paspor di era new normal adalah lima puluh orang (50 orang). Kuota ini lebih sedikit daripada kuota antean normal sebelum pandemi merebak. Dibatasinya jumlah antrean ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap prinsip physical distancing.

Pelayanan di era new normal ini merupakan bentuk komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung kepada masyarakat. Pandemi covid-19 yang membuat lumpuh hampir semua sektor kehidupan menciptakan dampak yang serius di masyarakat. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung yang terdampak dari pandemi ini mulai bangkit dan kembali memberi pelayanan kepada masyarakat. Hal ini juga menegaskan bentuk komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung dalam menjalankan fungsi pelayanan publik.

Berikut persyaratan  yang berlaku:

(Tim djitu/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *