Ketua MPC PP Jawa Barat Drs H TB. Dasep IPS, BE, M.Sc Lantik Ir H. Yayan Sherlan sebagai Ketua MPC PP Kota Bandung Masa Bakti 2019-2023

Kota Bandung – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Bandung adakan acara pengukuhan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung masa bakti 2019-2023 di jalan Ir. H Juanda No.37 Kota Bandung Jawa Barat Sabtu (29/2/2020).

Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat Drs H TB. Dasep IPS, BE, M.Sc secara resmi mengukuhkan Ir H. Yayan Suherlan terpilih kembali sebagai Ketua MPC PP Kota Bandung masa bakti 2019-2023.
Ir. H. Yayan Suherlan selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung menerangkan,” Dinamika masyarakat Indonesia dewasa ini, mengalami degradasi pemahaman kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman tersebut memiliki prosesi tersendiri dimana dampaknya dapat kita pahami dan dirasakan, salah satunya adalah melemahnya persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

Konflik-konflik sosial, kesenjangan ekonomi dan munculnya radikalisme, dampak dari lemahnya masyarakat dalam memahami dan mengimplementasikan azas-azas kebangsaan. Selain hal tersebut di atas, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, serta distribusi ekonomi dengan adil dan merata sesuai dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang tidak terimplementasikan, berdampak pada memudarnya rasa kecintaan terhadap Negara dan Bangsa,” jelas Yayan.

Lebih lanjut Yayan menerangkan, dengan demikian dialog-dialog sesama anak bangsa, mutlak diperlukan, sehingga dapat mewujudkan kesadaran dan saling pengertian, yang kemudian melahirkan rasa saling percaya diantara sesama anak bangsa”,jelas Ketua MPC Kota Bandung dalam sambutannya.
Kota Bandung berpenduduk kurang lebih 2.5 juta jiwa, memiliki nilai historis yang cukup besar, serta memiliki heterogenitas sosial, budaya, politik dan ekonomi yang cukup tinggi, sehingga hal tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber konflik sesama warga kota maupun dengan yang lainnya.

“Oleh karena itu, dapat difahami oleh semua pihak, bahwa azas musyawarah mufakat, tenggang rasa dan gotong royong yang sudah memudar, harus kembali dipulihkan, sehingga nilai-nilai kebersamaan di dalam keberagaman dapat di wujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sejalan dengan Pancasila dan Mukadimah UUD 1945.

Kesatuan dengan kesadaran utuh bagi segenap lapisan masyarakat, khususnya dalam menjaga dan mendukung upaya-upaya negara, akan membuktikan bahwa tidak ada lagi dikotomi sosial, politik, budaya, hukum dan hankam yang melanda sesama anak bangsa, inilah ciri masyarakat yang bersatu yaitu ( Satu Negara Satu Indonesia)”, ungkap Yayan.

(Levi/djitu.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *